Perbanyak Berkebun, Kurangi Berpolitik

Prawinoto memungut tanaman setengah mati di tempat sampah. Entah jenis apa, yang jelas berdaun lebar. Tanaman itu dalam keadaan setengah mati dalam arti sebenarnya. Satu daunnya sudah rontok, satunya lagi akan rontok. Akarnya mulau kering. Beberapa hari lagi pasti mati. Prawinoto merawatnya seperti tanaman baru. Sering disiram dan diberi pot besar. Kini sehat dan hijau….

Memburu Pancarona Raja Ampat

Satu gulungan ombak dihantam perahu cepat yang sedang kami naiki. Moncong perahu terangkat, lalu terhempas. Enam penumpang perahu kaget, termasuk saya. Kami saat itu sedang di tengah laut Raja Ampat, Papua Barat. Banyak tempat yang akan kami jelajahi. Mulai tempat  terkena seperti Piaynemo dan Misool hingga desa-desa yang jarang didatangi turis. Tapi itu kapan-kapan saya ceritakan….

Bir dan Kalung Salib

Sosok kaukasia itu melangkah masuk ke kantor kami. Tubuh besarnya memenuhi koridor kantor majalah HAI, sebuah majalah remaja yang digemari di zamannya. Lorong yang dibatasi beberapa kubikel itu tiba-tiba tampak mengecil. Harusnya dia hanya berada di ruang rapat yang biasa dipakai untuk wawancara artis atau selebritis. Tapi siapa berani yang menolak ketika dia minta ke…

Perjalanan Shasta dan Risa (1)

Anjing kecil itu menggigil di depan pintu rumah. Saya mendapatinya sedang bergelut dengan dingin dan hujan. Sial, pikir saya. Saya lupa memasukkannya ke dalam rumah atau memberinya tempat untuk berteduh saat pergi ke kantor pagi tadi. Saat itu musim hujan, dan bagian depan rumah belum memiliki atap untuk menghalang hujan. Si anjing masih berumur beberapa…

Hari Harimau untuk Harimau Nong Nooch

Harimau Nong Nooch mengedipkan matanya sesekali. Hari masih pagi. Hari baru, pengunjung baru, tapi lehernya tetap diborgol besi besar. Tidak ada yang baru di hari ini buat dirinya. Pengunjung boleh tersenyum, berfoto sepuas mereka. Buatku, hal terbaik adalah berada di alam bebas sana. Mungkin begitu yang dipikirkan harimau Nong Nooch. Saya bertemu harimau Nong Nooch…

Mengenal Nama-nama Nusantara dari Legenda Telaga Remis

Giri Laya menghempaskan diri di kursinya sesaat setelah putrinya, Ratna Pandan Kuning, meninggakan ruangan. Langkah putrinya yang keras menyisakan perdebatan antara mereka. Giri Laya marah, bingung, tapi juga bercampur bangga. Putrinya yang cantik jelita menolak semua pinangan. Penguasa Kesultanan Cirebon itu sebenarnya memiliki calon untuk putrinya. Elang Drajat. Pria gagah yang selalu siap berada di…

Cincin dan sebuah Cerita

“Selamat pagi, Bung,” suara berwibawa agak berlogat Jawa mengagetkan saya dari belakang. Saya berbalik badan, dan membeku setelah melihat si pemilik suara. Jakob Oetama. Salah seorang pendiri perusahaan media Kompas Gramedia (KG). Saya tak tahu mau berbuat apa. Sosok itu melangkah mendekat. Tenang. Menyodorkan tangannya. Kami bersalaman. Bos saya tergopoh-gopoh keluar dari ruangannya menyambut sang…

Pilih Taktik, Lupakan Dulu Strategi

Di grup sosmed, bekas teman kantor saya mem-posting foto laptopnya dengan latar belakang orang sedang makan. Dia menulis caption, ”Semangat kerja.” Teman lain menimpali, “Belum ngantor, lo?” Bekerja di kantor atau dari rumah memang menjadi hal lumrah di saat pandemi. “Belum, hanya 30-50 karyawan yang masuk kantor,” katanya. Itu artinya, hanya 10-15 orang yang bisa…

Proses Approval; Love – Hate Relationship

“Menjelang peringatan Hari Kartini, bagaimana kalau mba kita bikinin profil,”  tanya saya pada salah seorang klien. Ini pertanyaan basa-basi sebenarnya. Tujuan saya agar dia meluangkan waktu untuk approval. Banyak content yang butuh approval dari dia. Sementara tim di bawahnya tak banyak membantu. Rupa-rupanya si mba bukan tipe percaya anak buah dan tak suka mendelagasikan pekerjaan….

Seribu Wajah Freelancer

Seorang senior saya di media dulu beberapa kali mengontak dan menanyakan proyek yang rencananya saya pegang. Saya memang sempat bergurau ngejak dia sebagai freelancer. Tunggu punya tunggu, proyek tak kunjung deal. Eh, malah proyek lain yang siap jalan. Saya lupa mengabari dia, atau mungkin saya merasa proyek ini tidak cocok untuknya. Dia juga tidak ada…

First Meeting, First Impression

Saya berulangkali mengontak teman, temannya teman, dan temannya temannya teman lewat WA. Akhirnya nyantol satu. Seorang penulis lepas.  Cewek. Sebenarnya banyak yang bersedia, tapi hanya dia ready saat itu untu bertemu calon klien. Saya belum pernah bertemu muka dengan dia, juga belum pernah bertemu calon klien. So, here we are. Itu cerita singkat awal saya…

Dari Journalist ke Specialist

Bergelut dengan content di paid media selama puluhan tahun, tapi saya tetap kelabakan ketika mengurusi content marketing di own media. Saya dan tim memasuki parkiran gedung BRI di kawasan Sudirman, Jakarta. Waktu sekitar  siang jelang sore. September 2017. Agendanya bertemu orang BRI yang akan jadi PIC proyek pertama saya. Ceritanya, saya geser posisi dari jurnalis…