Habis Macet-Macetan Terbitlah Bunga-Bunga

Kendaraan tumpah ruah di jalan yang menanjak dan menyempit. Sopir roda empat pasrah hanya bisa mengandalkan gigi satu atau dua. Jarang menyentuh atau mendorong gigi tiga. Rider roda dua saling menempel dan bersisian. Beberapa rider mencoba menyalip, tapi akhirnya terhenti beberapa meter di depan. Beginilah pengalaman dan pemandangan saat melakukan perjalanan ke kawasan Puncak, Bogor,…

Sebentar tapi Berkesan di Nong Nooch

Supir bus rombongan kami berkali-kali melihat jam di lengannya. Dia mulai gelisah. Dia harus membawa rombongan dari Pattaya City ke Bangkok tanpa kehilangan waktu alias on time. Kota Bangkok hari itu tidak seperti biasanya. Jalan-jalan utama akan ditutup dalam rangka acara “Bike for Dad.” Ribuan pesepeda akan tumpah ke jalan untuk memperingati ulang tahun Raja…

Jejak Penindasan di Mandela House

Winnie Mandela terbangun dari tidurnya. Bukan karena hembusan angin musim dingin yang menusuk tulang. Tapi karena perasaannya sebagai seorang wanita sangat tidak enak. Ada sesuatu yang menghantui sejak semalam, dan semakin meresahkan jelang matahari terbit. Ketika itu bulan Mei 1969. Sebentar lagi memasuki musim dingin yang menusuk. Winnie menatap ke celah-celah dinding rumah kecilnya. Di…

Jelajah Laut Dangkal Bukit Karst Raja Ampat

Vita  menahan diri untuk tidak menceburkan badannya ke laut dangkal di perairan Misool, Raja Ampat. Sejak awal perjalanan dia selalu bertanya kapan bisa berenang dan menyelam. Perairan Namlool, Misool, memang menggoda. Apalagi perairan dangkal yang mengitari bukit-bukit karst yang berserakan. Siapa pun akan tergoda menceburkan diri, ya minimal melangkah di air yang jernih itu. Bukit…

Street of Seoul

Mobil mewah melaju pelan di salah satu jalan di kawasan Myeongdong. Ia menyelip di antara pengunjung yang memenuhi pinggir jalan. Ini kawasan bisnis di pusat Seoul yang ramai dengan kuliner jalanan alias street food menjelang sore. Myeong-dong dalam bahasa Korea berarti “lorong yang terang”. Jelang malam, dari ujung ke ujung, kawasan ini penuh dengan cahaya…

Menikmati Sunset di Bumi Duan Lolat

Kabut dan gerimis tidak mau mengikuti kami. Ia hanya mengantar sampai pesawat terbang meninggi meninggalkan kota Ambon. Setengah jam kemudian kami disambut langit biru yang cerah di Bandara Udara Mathilda Batlayeri. Selamat datang di Bumi Duan Lolat. Selamat datang di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Secara administrasi, wilayah ini masuk ke provinsi Maluku. Tapi secara geografis…

Ngopi di Desa Saukabu Rajaampat

Angin laut semakin kencang saat perahu cepat membelah laut di kawasan Rajaampat. Sejumlah perahu cepat yang tadi berangkat bersama-sama kini semakin menjauh. Satu-satu berpencar. Dalam hitungan menit, hanya perahu kami yang berada di tengah lautan. Tidak banyak yang bisa dilakukan saat berada di perahu cepat. Bermain cipratan air sudah, dan tidak seasyik yang dikira karena…

Menanti Kayu untuk Gereja Tua Sikka

Penduduk desa semakin tidak sabar menunggu kedatangan kapal pembawa kayu dari pulau seberang. Semakin hari semakin tidak sabar. Seorang Imam (tokoh agama) mencoba menenangkan mereka, tapi dia sendiri juga bergelut menahan rasa tak sabar. Hari berganti minggu. Lalu bulan pertama, kedua, dan ketiga. Akhirnya kapal datang. Penduduk kampung berteriak-teriak di pinggir pantai. Sang Imam tergopoh-gopoh…

Ketakukan. Emosi Paling Tinggi

“Aku tak bisa bernafas, tolong,” suaranya terengah-engah. Dia menahan sakit luar biasa di leher. “Mama,” katanya lagi. Petugas yang menekan lehernya tak peduli. “Kamu bisa ngomong lancar, kok,” semprot si petugas tanpa melihat. Selama hampir tiga menit lehernya berada di antara lutut petugas dengan aspal. Sang petugas lalu mengangkat lututnya. Korbannya sudah tak berdaya. Tapi…

Belajar Merawat Lingkungan dari Jerry

Seorang anak warga kampung Fam di kepulauan Fam, Kabupaten Rajaampat, Papua Barat, mengayuh sampan kecilnya di  pinggir dermaga desa yang kecil. Dari daratan beberapa orang berteriak. “Jerry… Jerry.. tempo (cepat),” teriak seorang perempuan. Mungkin kerabatnya. Si ibu meminta Jerry mendekat dan mengambil sesuatu yang tergenang di air. Mereka menunjuk benda berceceran di air tersebut. Benda…

Tarian Perang Tua Reta Lou

Beberapa pria kekar berkulit gelap mengamati kami. Mereka mengenakan lensu, tutup kepala khas suku Flores. Semua bertelanjang dada. Sarung terlilit di pinggang. Mereka lalu berbaris. Satu orang membawa semacam tiang, yang lain menggotong penyangganya. Sesekali pantulan sinar matahari tampak dari tubuh mereka yang mengkilap. Hari itu terik sekali. Lapangan tanah tempat mereka berkumpul sangat kering….

Rihatkan Kaki, Nikmati Kopi

Nyanyian teman-teman di dalam minibus mulai hilang. Kontras sekali ketika berangkat pagi tadi. Sepertinya perlu singgah untuk memecahkan kebosanan. Ketika kamu berada di sekitar Ubud, Bali, tempat terbaik untuk melakukan itu adalah berkunjung ke warung  kopi. Minibus mengarah ke parkir, mencari posisi, dan mesin pun mati. Nama tempat ini Satria Coffee Plantation. Jangan terkecoh dan kata…