Perbanyak Berkebun, Kurangi Berpolitik

Prawinoto memungut tanaman setengah mati di tempat sampah. Entah jenis apa, yang jelas berdaun lebar. Tanaman itu dalam keadaan setengah mati dalam arti sebenarnya. Satu daunnya sudah rontok, satunya lagi akan rontok. Akarnya mulau kering. Beberapa hari lagi pasti mati. Prawinoto merawatnya seperti tanaman baru. Sering disiram dan diberi pot besar. Kini sehat dan hijau….

Oh, Siklus Hidup Mati

Tertegun. Prawinoto ingat masa kecilnya di kampung, sebuah dataran tinggi di utara Sumatera sana. Teman kecilnya banyak. Saat membaca berita obituari di WAG, dia mengingat-ingat wajah temannya yang meninggal karena sakit itu. Lama baru dia ingat. Itu pun terbantu foto di grup. Oh, dia. Mereka pernah akrab. Akrab soal apa dan kapan tentu saja lupa….

Cincin dan sebuah Cerita

“Selamat pagi, Bung,” suara berwibawa agak berlogat Jawa mengagetkan saya dari belakang. Saya berbalik badan, dan membeku setelah melihat si pemilik suara. Jakob Oetama. Salah seorang pendiri perusahaan media Kompas Gramedia (KG). Saya tak tahu mau berbuat apa. Sosok itu melangkah mendekat. Tenang. Menyodorkan tangannya. Kami bersalaman. Bos saya tergopoh-gopoh keluar dari ruangannya menyambut sang…

Pilih Taktik, Lupakan Dulu Strategi

Di grup sosmed, bekas teman kantor saya mem-posting foto laptopnya dengan latar belakang orang sedang makan. Dia menulis caption, ”Semangat kerja.” Teman lain menimpali, “Belum ngantor, lo?” Bekerja di kantor atau dari rumah memang menjadi hal lumrah di saat pandemi. “Belum, hanya 30-50 karyawan yang masuk kantor,” katanya. Itu artinya, hanya 10-15 orang yang bisa…

Ketakukan. Emosi Paling Tinggi

“Aku tak bisa bernafas, tolong,” suaranya terengah-engah. Dia menahan sakit luar biasa di leher. “Mama,” katanya lagi. Petugas yang menekan lehernya tak peduli. “Kamu bisa ngomong lancar, kok,” semprot si petugas tanpa melihat. Selama hampir tiga menit lehernya berada di antara lutut petugas dengan aspal. Sang petugas lalu mengangkat lututnya. Korbannya sudah tak berdaya. Tapi…

Proses Approval; Love – Hate Relationship

“Menjelang peringatan Hari Kartini, bagaimana kalau mba kita bikinin profil,”  tanya saya pada salah seorang klien. Ini pertanyaan basa-basi sebenarnya. Tujuan saya agar dia meluangkan waktu untuk approval. Banyak content yang butuh approval dari dia. Sementara tim di bawahnya tak banyak membantu. Rupa-rupanya si mba bukan tipe percaya anak buah dan tak suka mendelagasikan pekerjaan….

Seribu Wajah Freelancer

Seorang senior saya di media dulu beberapa kali mengontak dan menanyakan proyek yang rencananya saya pegang. Saya memang sempat bergurau ngejak dia sebagai freelancer. Tunggu punya tunggu, proyek tak kunjung deal. Eh, malah proyek lain yang siap jalan. Saya lupa mengabari dia, atau mungkin saya merasa proyek ini tidak cocok untuknya. Dia juga tidak ada…

First Meeting, First Impression

Saya berulangkali mengontak teman, temannya teman, dan temannya temannya teman lewat WA. Akhirnya nyantol satu. Seorang penulis lepas.  Cewek. Sebenarnya banyak yang bersedia, tapi hanya dia ready saat itu untu bertemu calon klien. Saya belum pernah bertemu muka dengan dia, juga belum pernah bertemu calon klien. So, here we are. Itu cerita singkat awal saya…

Live Under Par

Gavin mengamati saya melakukan pukulan putting, yaitu pukulan memasukkan bola ke lubang di olahraga golf. Sebagai pegolf pemula, saya semakin tak fokus diamati. Puk! Benar. Bola pun meleset. Gavin segera memberi “masukan”. Katanya, harus memukul begini, arahin ke sana, ini itu, ini itu. Di lain permainan, teman golf yang lain memberi masukan yang sama ke…