Ketakukan. Emosi Paling Tinggi

“Aku tak bisa bernafas, tolong,” suaranya terengah-engah. Dia menahan sakit luar biasa di leher. “Mama,” katanya lagi. Petugas yang menekan lehernya tak peduli. “Kamu bisa ngomong lancar, kok,” semprot si petugas tanpa melihat. Selama hampir tiga menit lehernya berada di antara lutut petugas dengan aspal. Sang petugas lalu mengangkat lututnya. Korbannya sudah tak berdaya. Tapi…

Proses Approval; Love – Hate Relationship

“Menjelang peringatan Hari Kartini, bagaimana kalau mba kita bikinin profil,”  tanya saya pada salah seorang klien. Ini pertanyaan basa-basi sebenarnya. Tujuan saya agar dia meluangkan waktu untuk approval. Banyak content yang butuh approval dari dia. Sementara tim di bawahnya tak banyak membantu. Rupa-rupanya si mba bukan tipe percaya anak buah dan tak suka mendelagasikan pekerjaan….

Seribu Wajah Freelancer

Seorang senior saya di media dulu beberapa kali mengontak dan menanyakan proyek yang rencananya saya pegang. Saya memang sempat bergurau ngejak dia sebagai freelancer. Tunggu punya tunggu, proyek tak kunjung deal. Eh, malah proyek lain yang siap jalan. Saya lupa mengabari dia, atau mungkin saya merasa proyek ini tidak cocok untuknya. Dia juga tidak ada…

First Meeting, First Impression

Saya berulangkali mengontak teman, temannya teman, dan temannya temannya teman lewat WA. Akhirnya nyantol satu. Seorang penulis lepas.  Cewek. Sebenarnya banyak yang bersedia, tapi hanya dia ready saat itu untu bertemu calon klien. Saya belum pernah bertemu muka dengan dia, juga belum pernah bertemu calon klien. So, here we are. Itu cerita singkat awal saya…

Live Under Par

Gavin mengamati saya melakukan pukulan putting, yaitu pukulan memasukkan bola ke lubang di olahraga golf. Sebagai pegolf pemula, saya semakin tak fokus diamati. Puk! Benar. Bola pun meleset. Gavin segera memberi “masukan”. Katanya, harus memukul begini, arahin ke sana, ini itu, ini itu. Di lain permainan, teman golf yang lain memberi masukan yang sama ke…

Sepatu Beku Pengungsi. Kisah Warga di Yezid di Suriah

Maya melangkah pelan keluar dari salah satu tenda pengungsi di kamp Kaberto, dekat Dohuk, daerah Kurdistan di Irak. Ini tenda pengungsi Yezid, warga yang terbuang dari tanah kelahiran karena mereka menganut keyakinan yang berbeda. Tenda dari terpal dengan ikatan seadanya itu basah. Ratusan tenda lain dengan kondisi sama di sekitarnya. Dari atas kelihatan seperti bulatan…