Memburu Pancarona Raja Ampat

Satu gulungan ombak dihantam perahu cepat yang sedang kami naiki. Moncong perahu terangkat, lalu terhempas. Enam penumpang perahu kaget, termasuk saya. Kami saat itu sedang di tengah laut Raja Ampat, Papua Barat. Banyak tempat yang akan kami jelajahi. Mulai tempat  terkena seperti Piaynemo dan Misool hingga desa-desa yang jarang didatangi turis. Tapi itu kapan-kapan saya ceritakan….

Bir dan Kalung Salib

Sosok kaukasia itu melangkah masuk ke kantor kami. Tubuh besarnya memenuhi koridor kantor majalah HAI, sebuah majalah remaja yang digemari di zamannya. Lorong yang dibatasi beberapa kubikel itu tiba-tiba tampak mengecil. Harusnya dia hanya berada di ruang rapat yang biasa dipakai untuk wawancara artis atau selebritis. Tapi siapa berani yang menolak ketika dia minta ke…

Nikmatnya Daging Impala di Carnivore

Dingin menusuk tulang. Bahkan di dalam bus sekali pun. Saya menyesal tidak membawa baju hangat yang cukup tebal dari Jakarta. Kini, kurang dari 10 jalam setelah mendarat di Johannesburg, kami sudah berada di jalan tol menuju pinggiran kota, kawasan pedesaan, Muldersdrift. Perjalanan sekitar 30 menit. Suasana di dalam bus senyap. Sepertinya semua menahan dingin. Dan…

Perjalanan Shasta dan Risa (1)

Anjing kecil itu menggigil di depan pintu rumah. Saya mendapatinya sedang bergelut dengan dingin dan hujan. Sial, pikir saya. Saya lupa memasukkannya ke dalam rumah atau memberinya tempat untuk berteduh saat pergi ke kantor pagi tadi. Saat itu musim hujan, dan bagian depan rumah belum memiliki atap untuk menghalang hujan. Si anjing masih berumur beberapa…