Mengenal Nama-nama Nusantara dari Legenda Telaga Remis

Giri Laya menghempaskan diri di kursinya sesaat setelah putrinya, Ratna Pandan Kuning, meninggakan ruangan. Langkah putrinya yang keras menyisakan perdebatan antara mereka. Giri Laya marah, bingung, tapi juga bercampur bangga.

Putrinya yang cantik jelita menolak semua pinangan. Penguasa Kesultanan Cirebon itu sebenarnya memiliki calon untuk putrinya. Elang Drajat. Pria gagah yang selalu siap berada di garis depan setiap pertempuran. Tapi hati sang putri susah dilunakkan.

Saat itu Giri Laya juga sedang dipusingkan hubungan tak baik dengan Kesultanan Mataram yang agresif. Bisa dibayangkan, dia harus berpikir masalah domestik, tapi di saat bersamaan hubungan antar kerajaan juga harus dicari jalan keluar.

Kekerasan hati sang putri akhirnya retak setelah bertemu Elang Sutajaya. Pria tampan ini sangat sopan di tengah keluarga kerajaan, tapi begitu ganas di medan perang demi mepertahankan negara dan kerajaannya. Dia membantu Selingsingan menumpas Purabaya, utusan Mataram yang datang untuk menagih upeti. Kejadian itu berlangsung di kaki gunung. Sang utusan kalah. Elang memberi petuah buat musuh dan temannya. Selingsingan menangis sejadi-jadinya mendengar petuah itu. Air matanya membanjir menjadi telaga. Telaga Remis.

Itulah sedikit legenda yang melatar belakangi Telaga Remis yang berada di kaki gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Namanya legenda, silahkan nilai sendiri. Yang jelas, saya sempat singgah di danau ini beberapa tahun lalu.

Berangkat dari kota Cirebon, kami mengikuti jalan naik dan berliku ke arah Kuningan. Semakin ke atas, semakin adem hembusan angin. Kurang dari dua jam, kami sudah berada di pinggiran danau yang mulai ramai.

Telaga ini sangat hijau. Dikelilingi hutan lebat. Banyak sisi  yang berbau mystical, atau klenik. Terutama ketika tepi danau bertemu dengan kaki-kaki pohon yang berkesan gelap.

Selain keindahan dan ketenangan, satu hal yang dapat dipelajar dari telaga ini. Saya tertarik dengan cerita legenda tadi. Bukan soal kebenaran atau kisah cinta di dalamnya. Tapi soal nama-nama  yang dipakai orang-orang pada masa itu.

Saya membayangkan dan mencoba menggambarkan cerita dari nama mereka. Ini versi saya sendiri, jangan diambil hati. Giri Laya, nama yang bijak dan cinta keluarga. Ratna Pandan Kuning, nama yang sangat indah, yang membuat tidurmu susah lelap tapi mimpimu bersamanya sangat indah. Elang Drajat. Wow. Nama yang mungkin membuat pipi gadis-gadis memerah. Prajurit mana pun akan siap tempur ke medan perang jika pemimpinya bernama Elang Sutajaya. Kuat dan selalu terdepan.

Kini nama -nama indah dan berkarakter digantikan nama-nama asing. Untung ada Telaga Remis yang mengingatkan betapa kayanya kebudayaan Nusantara. Betapa cantik dan gagahnya orang-orang Nusantara di masa itu. Mungkin  sebagian cuma legenda. Tapi legenda yang menginspirasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.