Seribu Wajah Freelancer

Seorang senior saya di media dulu beberapa kali mengontak dan menanyakan proyek yang rencananya saya pegang. Saya memang sempat bergurau ngejak dia sebagai freelancer. Tunggu punya tunggu, proyek tak kunjung deal. Eh, malah proyek lain yang siap jalan. Saya lupa mengabari dia, atau mungkin saya merasa proyek ini tidak cocok untuknya. Dia juga tidak ada kabar.

Freelancer atau pekerja lepas ini memang bagian penting dalam proses kerja saya dalam memegang proyek. Kenapa memakai freelance? Banyak alasan, tapi semuanya berujung pada satu hal: cost. Memakai freelance berarti cost bisa dikendalikan karena sifatnya variable. Jika cost terkendali, maka margin aman. Minimal tidak bocor. Semua senang.

Freelance yang saya pakai biasanya saya kenal. Meski tidak selalu. Suatu kali saya butuh penulis bidang keuangan dan fiskal. Klien minta yang benar-benar paham. Ubek-ubek nomor telepon, tak ketemu. Mendekati saja pun tidak. Tanya sana tanya sini, akhirnya ada ibu dosen UI yang bisa.

Freelance memang penting, tapi juga bisa menjadi sandungan. Saya punya prinsip, ‘freelance jangan nyusahin guesaya, karena klien sudah pasti nyusahin saya.’ Tapi prinsip tinggal prinsip, kesalahan tetap terjadi.

Kesalahan yang sering terjadi karena beberapa PM (project manager), mungkin termasuk saya, tidak profesional. Misalnya, kita sudah tahu si A jarang on time menyerahkan pekerjaan, tetapi tetap dipakai. Mungkin PM-nya males mencari yang baru, atau tidak enak karena kenal. Kesalahan lain, PM tergoda untuk melakukan sendiri karena merasa lebih baik dan tidak repot. Mengerjakan sendiri sebagian pekerjaan saat ada freelance yang sudah pasti dibayar tentu tidak bijak.

Semakin lama bekerja dengan freelance, semakin saya sadar begitu banyak karakter freelance. Namanya juga manusia, kan. Mereka memiliki “seribu” wajah. Wajah minta job, wajah ngeles, wajah lempar tanggung jawab, wajah minta maaf, wajah memelas, dan yang paling penting wajah senang. Pekerjaan ter-deliver on time, hasilnya di luar harapan, dan yang lebih penting klien puas.

Lanjut proyek berikutnya. Freelance mana freelance..

Photo by bongkarn thanyakij from Pexels, Photo by Peter Olexa from Pexels, Photo by cottonbro from Pexels

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.